LIWA – Upaya mewujudkan Lampung Barat sebagai Kabupaten Literasi terus dipacu. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat menggelar agenda strategis bertajuk Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas literasi dan standarisasi layanan informasi hingga ke tingkat desa.
Membedah Standar Nasional dan Mutu Layanan
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan para pakar untuk membekali peserta dengan dua materi pokok yang menjadi landasan pengembangan perpustakaan:
-
Kebijakan Akreditasi dan Standar Nasional Perpustakaan Disampaikan oleh Dra. Nellawatty Ningsih, MM (Praktisi Perpustakaan/Literasi). Beliau membedah indikator-indikator penting yang harus dipenuhi oleh perpustakaan desa/kelurahan agar layak mendapatkan predikat akreditasi, mulai dari aspek koleksi, sarana prasarana, hingga tenaga pengelola.
-
Pentingnya Akreditasi bagi Perpustakaan Desa Dipaparkan oleh Liza Tri Handayani, S.I.Kom. Sesi ini menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar urusan administratif atau mengejar sertifikat semata. Akreditasi merupakan instrumen nyata untuk menjamin mutu pelayanan kepada masyarakat desa agar mendapatkan akses informasi yang berkualitas.
Komitmen 25 Pekon dan Kelurahan
Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh perwakilan dari 25 pekon dan kelurahan di wilayah Lampung Barat. Semangat transformasi ini dibawa oleh para delegasi dari:
-
Pekon Sebarus
-
Pekon Kubu Perahu
-
Pekon Wates
-
Pekon Padang Cahya
-
Pekon Bahway
-
Kelurahan Pasar Liwa
-
Kelurahan Way Mengaku
-
Pekon Hanakau
-
Pekon Bandar Baru
-
Pekon Tanjung Raya
-
Pekon Balak
-
Pekon Bakhu
-
Pekon Luas
-
Pekon Suka Maju
-
Pekon Suka Raja
-
Pekon Pura Laksana
-
Pekon Padang Tambak
-
Pekon Pampangan
-
Pekon Giham Suka Maju
-
Pekon Muara Jaya I
-
Pekon Tugumulya
-
Pekon Muara Baru
-
Pekon Sidodadi
-
Pekon Pura Mekar
-
Pekon Trimulyo
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh perpustakaan desa di Lampung Barat dapat segera berbenah dan memenuhi standar yang ditetapkan. Dengan meraih predikat terakreditasi, perpustakaan desa diharapkan menjadi jantung intelektual yang mampu mewujudkan masyarakat Lampung Barat yang lebih literat, cerdas, dan berdaya saing.